Mbah Niah berkata dalam bahasa Jawa bahwa ia pergi berjualan naik becak dan ongkos pulang pergi menggunakan becak adalah Rp 40ribu.
Karena ia harus membawa meja dan peralatan lainnya.
Setiap harinya, Mbah Niah berangkat jam 5 sore dan pulang jam 1 dini hari.
Pekerjaannya itu tidak berlangsung mulus, ia pernah 5 hari tidak mendapat uang sepeserpun hal ini yang membuat ia rugi modal dan juga transportasi.
Selain berjualan rujak cingur, ia juga menjual lontong mie.
Harga per porsinya juga sangat murah, hanya Rp 10 ribu per porsi.
Sehari-harinya, ia mengaku paling banyak laku 8 piring, kadang 5 piring dan kadang tidak laku sama sekali.
Jika hanya laku 5 porsi, itu hanyalah untuk membayar biaya becak saja.
Mbah Niah juga bercerita saat ini suaminya hanya di rumah, tidak bisa bekerja lagi karena umurnya sudah 95 tahun.
Dulu suaminya adalah seorang pengayuh becak.