Follow Us

Terpopuler, Video Kecelakaan Mobil Adu Kepala Dengan Truk Hingga Hingga Fakta Tabrakan 8 Kendaraan di Tol

Alfa - Jumat, 07 Juni 2019 | 10:00
Kolase kecelakaan adu kepala dua kendaraan di Bali dan di Semarang.
IG: bali_aman

Kolase kecelakaan adu kepala dua kendaraan di Bali dan di Semarang.

Setidaknnya ada 8 kendaraan yang terlihat dalam video dengan kondisi rusak ringsek parah.

Dalam video yang beredar tersebut bahkan diberi keterangan bahwa video ini adalah kecelakaan yang terjadi akibat tak ada koordinasi.

"Tabrakan beruntun di tol Semarang. Karena mis komunikasi, jalur satu arah dibuka tanpa koordinasi. Kejadian hari Selasa kemarin. Bagi yang mudik ke Jateng dan Jateng harap berhati-hati," tulis keterangan dalam video yang tersebar.

Baca Juga: Video Detik-detik Guru Meninggal Dunia Saat Menjadi Imam Salat

Menanggapi video tersebut, Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di Tol Tembalang, 2 Juni 2019.

Pihaknya membantah bahwa kecelakaan akibat miss komunikasi.

"Kami tegaskan bahwa yang ada di video tersebut memang terjadi di Tol Tembalang tepatnya di ruas jalan tol Jasa Marga seksi B, Kilometer 9 jalur B arah Jakarta. Kecelakaan ini terjadi tanggal 2 Juni yang lalu yang melibatkan delapan kendaraan bermotor," jelas Agus Triatmaja, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Video Detik-detik Guru Meninggal Dunia Saat Menjadi Imam Salat

Agus mengatakan bahwa kecelakaan beruntun ini bermula saat truk berpelat nomor E9872E yang dikemudikan Budiyono warga Banyuwangi, berjalan dari arah selatan (eks gerbang Tol Tembalang) ke arah utara (Jatingaleh).

Sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan dan menabrak tujuh kendaraan lain yang sedang dalam kondisi "contraflow".

"Kami tegaskan lagi, bahwa kejadian kecelakaan ini akibat dari pengemudi truk yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan saat ini sedang ditangani oleh Satlantas Polrestabes Semarang," tegas Agus.

Agus mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya.

Editor : Wiken

Latest