Follow Us

Suntik Mati 3000 Kucing Sejak Tahun 1982, Tempat Riset Ini Umumkan Tak Akan Lagi Gunakan Kucing Sebagai Kelinci Percobaan

Pipit - Selasa, 07 Mei 2019 | 09:30
Ilustrasi kucing
pixabay.com/TeamK

Ilustrasi kucing

WIKEN.ID - Selama lebih dari tiga dekade, di sebuah laboratorium di Beltsville tak jauh dari Washington DC, para ilmuwan memberi makan kucing dengan daging yang terkontaminasi parasit toxoplasma gondii.

Menurut The White Coat Waste Project (WCWP), para ilmuwan kemudian memeriksa kotoran kucing untuk memastikan keberadaan toxoplasma dalam daging yang dimakan hewan itu.

Tiga pekan setelah uji coba itu, para ilmuwan itu kemudian akan menyuntik mati kucing-kucing tersebut meski mereka dalam kondisi sehat.

Masih menurut WCWP, setidaknya 3.000 ekor kucing digunakan sebagai "kelinci percobaan" sejak 1982.

Kini Departemen Pertanian Amerika Serikat, Selasa (2/4/2019), telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan menggunakan kucing dalam berbagai risetnya lagi.

Baca Juga : Fans Berat Marvel, Pasangan Asal Malaysia Ini Buat Video Pre-Wedding Ala Trailer Avengers Endgame

Baca Juga : Tenggelamkan Banyak Kapal Penangkap Ikan Ilegal, Jokowi Sebut Mentri Susi Perempuan yang Ditakuti

The White Coat Waste Project (WCWP) mengungkap praktik "jagal kucing" ini pada Mei 2018.

Program ini meski tak dirahasiakan tetapi tak diketahui publik secara umum.

"Kami sungguh terkejut karena selama ini kami menyangka kucing tidak pernah dalam kondisi berbahaya," kata Justin Goodman, wakil presiden WCWP.

WCWP adalah organisasi yang fokus melindungi ribuan kucing dan anjing yang digunakan di berbagai laboratorium pribadi dan universitas di seluruh AS.

Editor : Wiken





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Tag Popular