Pasien Virus Corona Bisa Sembuh, Ini Kesaksian Mereka yang Berhasil Melalui Masa Kritis, Diawali Dengan Demam

Kamis, 26 Maret 2020 | 18:30
Freepik

Virus corona

WIKEN.ID - Tingkat kesembuhan pasien virus corona terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan laporan dari Universitas John Hopkins, ada 103.396 orang dinyatakan sembuh dari virus corona atau Covid-19.

Tingginya angka kesembuhan dapat dilihat dari tiga negara dengan kasus virus corona paling terdampak.

Seperti China, Korea Selatan dan Italia.

Di China, sebanyak lebih dari 70 ribu dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Belum Bisa Pulang Ke Indonesia Karena Terkena Lockdown, Artis Sekaligus Model Ini Ceritakan Kondisi Italia Karena Infeksi Virus Corona

Dari 70 ribu kasus, sebanyak 59 ribu terjadi di pusat kota terdampak yakni di Wuhan, provinsi Hubei, China.

Sedangkan di Indonesia, dikutop dari www.covid19.go.id (Kamis, 26/3/20202), dari jumlah kasus sebesar 790 kasus, sudah ada 31 orang yang sembuh.

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, kunci sembuh pasien yang terinfeksi virus corona hanya satu yaitu imunitas tubuh.

Yuri mengingatkan, hanya imunitas tubuh yang dapat menangkal semua jenis virus, termasuk virus corona.

Baca Juga: Masa Darurat Virus Corona Sampai 29 Mei 2020, Jokowi Prediksi 4 Provinsi Bakal Kena Imbas Pandemi Covid-19

Tak banyak yang bersedia membagikan pengalamannya secara terbuka bahwa mereka dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi serta perawatan di rumah sakit.

Namun ada beberapa orang yang memberi kisah kesembuhannya.

Salah satunya adalah Julie, pasien Covid-19 di Singapura, telah dinyatakan sembuh.

Awalnya Julie tak merasakan gejala batuk dan pilek hingga di suatu pagi, ia merasakan kepalanya serasa berputar-putar.

Baca Juga: Nikahkan Anaknya di Tengah Pandemi Virus Corona, Feni Rose Terpaksa Batalkan Acara Resepsi Sang Anak di Gedung: Cuma Akad, Terus Makan

Sehari kemudian, ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis baru.

Namun, Julie memutuskan bersedia berbicara kepada publik.

Dikutip dari BBC, ia menceritakan saat-saat bagaimana awalnya ia dideteksi terinfeksi virus corona hingga akhirnya sembuh.

“Tanggal 3 Februari, aku demam sekitar 38.2-38.5,” ujar Julie, dalam sebuah wawancara kepada BBC, yang ditayangkan pada awal Maret 2020.Julie mengungkapkan, saat itu ia mengalami demam seperti pada umumnya dan hanya mengonsumsi obat penurun panas.

Baca Juga: Curhatan Pilu Anak Dokter yang Meninggal Dunia Terpapar Virus Corona: Ayah Saya Sendirian, Mau Minta Tolong Gak Ada Perawat Jaga

Ketika sakit, Julie juga merasakan tubuhnya terasa sangat lelah.

Padahal, ia hanya rebahan sepanjang hari.

Pada 17 Februari 2020, lanjut Julie, sekitar pukul 03.00, ia terbangun dari tidur dan merasakan seperti berputar-putar.

Hari selanjutnya ia didiagnosis positif Covid-19 dan ditempatkan dalam ruang isolasi.

Julie lantas mengingat hari-hari yang dijalaninya di ruang isolasi.

Baca Juga: Videonya yang Tengah Ngomel Karena Ulah Orang yang Anggap Enteng Virus Corona Viral, Bintang Emon Mengaku Ogah Jadi Jubir Pemerintah: Kemarin Ada Kementerian Ngontak

Di ruang itu, ia mendapatkan makanan, obat, pakaian ganti, dan handuk melalui sebuah lubang.

Ia pun sempat melalui masa kritis.

Menurut Julie, paru-parunya seakan tengah bekerja sangat berat.

Yang diingatnya saat itu hanya berusaha tetap bernapas.

Ketika sesak, Julie merasakan beratnya berjalan meski hanya dari tempat tidur ke kamar mandi yang jaraknya hanya sekitar 5 meter.

Baca Juga: Nekat Syuting Vlog dan Bawa Kru Banyak Ditengah Wabah Virus Corona, Ria Ricis Dilabrak Warga Kompleks

Setelah 9 hari menjalani perawatan dan isolasi, Julie akhirnya dinyatakan pulih dan boleh pulang.Selain Julie, ada juga pasien virus corona yang sembuh.

Dia adalah Valerie Wilson (34) dan Fiona Lowenstein (26).

Awalnya, mereka mengira terlalu muda untuk terinfeksi virus corona, sebelum dinyatakan positif.

Mereka pun membagikan kisahnya kepada generasi milenial lainnya ketika sudah pulih agar tetap sadar pentingnya menjaga kesehatan.

Baca Juga: Setelah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Seorang Pria Jepang Kembali Terinfeksi Virus Corona, Ini Dia Penjelasan dari Ahlinya!

Dilansir dari CNN, Wilson yang merupakan seorang ahli perjalanan menepis gejalanya ketika pertama kali sakit.

Menurut Wilson, dia terlalu lelah dan hanya demam biasa.

Sampai suatu hari dia kehilangan indera penciumannya secara total.

Baca Juga: Tak Memandang Tua dan Muda, Warga di Purbayan Sukoharjo Bahu Membahu Perangi Corona, Semprot Disinfektan Secara Mandiri

Dokternya berkata bahwa Wilson tak kelihatan seperti seseorang yang terinfeksi virus corona.

Namun, setelah mengalami batuk yang parah, dia kembali ke ruang dokter dan masuk tanpa izin.

"Saya menangis dan mengatakan kepada mereka bahwa saya benar-benar takut. Tanpa ragu, mereka mengujinya," kata Wilson. (*)

Baca Juga: Ibu Nekat Nikahi Anak Kandungnya Usai 12 Tahun Jadi Janda, Ini Dia Dampak Hingga Risiko Perkawinan Sedarah Secara Ilmiah, Tak Main-main!

Editor : Alfa