Banyak Ditemukan Serpihan Pesawat di Dasar Laut, KNKT Menduga Sriwijaya Air SJ-182 Hancur Gegara Hal Ini!
WIKEN.ID -Upaya pencarian korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu terus dilakukan.
Sebelumnya diberitakan pesawat dengan nomor SJ-182 itu dinyatakan jatuh pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB.
Sebelum dinyatakan jatuh, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang lepas landas pukul 14.36 WIB dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB.
Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru aktif, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB.
Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.
Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat hancur karena menghantam permukaan laut.
Jal ini disampaikan oleh ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.
Soerjanto mengatakan pesawat diperkirakan jatuh dalam keadaan utuh dan tidak meledak di udara.
"Iya (pesawat hancur karena benturan di air), bukan karena ledakan di udara," kata Soerjanto yang dikutip dari kompas.com, Senin (11/1/2021).
Soerjanto mengungkapkan, serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan dalam keadaan normal.
Artinya, tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara.
"Serpihan-serpihan yang ditemukan itu masih tidak ada indikasi-indikasi sesuatu yang tidak normal, semuanya masih normal saja. Tidak ada hal yang mencurigakan, tidak ada kerusakan, ya memang hancur, tapi hancurnya natural karena benturan ke air," ujar Soerjanto.
Meski begitu, pihak KNKT baru bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 setelah menemukan black box (kotak hitam).
Pasalnya, kotak hitam merupakan salah satu alat yang paling penting di dalam badan pesawat.
Black Box biasa dicari oleh tim pencari jika dilaporkan ada pesawat yang hilang kontak.
Meskipun dinamakan kotak hitam, benda tersebut justru memiliki warna orange.
Perangkat yang tidak bisa dihancurkan ini merekam semua data penerbangan.
Hingga kini petugas yang bertugas di lokasi diduga jatuhnya pesawat Sriwijaya Air masih terus mencari keberadaan pesawat tersebut agar bisa segera mengvakuasi seluruh penumpang yang berada di dalamnya. (*)