Terungkap, Dua Remaja Wanita Lompat dari Indekos karena Ingin Bunuh Diri

Minggu, 24 Maret 2019 | 19:30
KOMPAS.com/HIMAWAN

Kondisi mobil yang tertimpa dua remaja perempuan di sebuah rumah kos nomor blok B17 di perumahan Graha Modern Jaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

WIKEN.ID - Warga perumahan Graha Modern Jaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan jatuhnya dua perempuan dari lantai 3 sebuah indekos elit, Kamis (21/3/2019).

Korban jatuh menimpa sebuah mobil yang sedang terparkir.

Dua wanita itu ditemukan dalam kondisi pingsan.

Salah satu wanita yang memakai kaos hitam bahkan mengeluarkan darah.

Setelah ditelurusi, dua remaja wanita itu melompat dari lantai tiga indekos B17 karena ingin bunuh diri.

Baca Juga : Ulah Tak Tertib Penumpang MRT, Dari Makan di Stasiun Hingga Bergelantungan

Dua remaja berinisial SR (16) dan WY (20) lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol Farid Amansyah mengatakan, pihaknya masih sementara memeriksa fisik kedua korban.

"Informasi yang sementara kami dapatkan keduanya memang melakukan percobaan bunuh diri. Tapi, kami belum mendalami. Kami baru mendengar sedikit keterangan dari yang bersangkutan," kata Farid, saat diwawancara wartawan, di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Farid mengatakan, kedua korban sementara menjalani perawatan intensif di kamar pemeriksaan RS Bhayangkara Makassar.

Baca Juga : Detik-detik Saat Sandiaga Uno

Ia menjelaskan, kedua wanita itu merupakan teman sekamar di kosan tersebut.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil olah TKP untuk mengetahui motif di balik aksi percobaan bunuh diri ini.

"Yang kami dapatkan luka-luka lecet. Kami juga curiga salah satunya ini WY ada patah di pinggul karena ada gejala-gejala ke arah sana," ucap Farid.

Sementara itu, Tim Inafis Polrestabes Makassar telah melakukan olah TKP di indekos yang terletak di Jalan Alauddin, Makassar, tersebut.

Baca Juga : Uji Coba Pertama dalam Dua Tahun Terakhir, Timnas Catalunya Akan Hadapi Venezuela

Kamar 303 yang menjadi tempat menginap remaja wanita itu juga sudah dipasangi garis polisi.

"Saya belum bisa memberikan kesimpulan karena korban waktu saya tiba di rumah sakit belum bisa beri keterangan," kata Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin.

Lalu mengapa tindakan bunuh diri itu banyak terjadi?

Tindakan bunuh diri itu sendiri sebenarnya tidaklah rasional.

Namun satu hal yang pasti, bunuh diri bukanlah penyakit menular.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan hampir 800.000 orang melakukan bunuh diri setiap tahunnya.

Baca Juga : Ternyata Inilah Pemilik Sepeda Onthel yang Dipakai Jokowi Saat Deklarasi di Yogyakarta

Kasus ini terjadi di semua umur dan menjadi penyebab utama kematian kedua di kalangan anak usia 15-29 tahun secara global pada tahun 2015.

Angka bunuh diri di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 10.000 per tahun, meningkat dua kali lipat dari data sebelumnya.

Apa yang menyebabkan epidemi bunuh diri ini?

Setiap aksi bunuh diri adalah kasus yang unik.

Tidak ada yang akan benar-benar tahu apa yang jadi alasan utama di baliknya — bahkan para ahli sekalipun.

Ada begitu banyak hal yang bisa mendorong seseorang untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Penyakit jiwa yang tidak terobati, seperti depresi atau gangguan bipolar, menjadi faktor risiko terbesar dari perilaku bunuh diri.

Beberapa orang mungkin dipicu oleh trauma mendalam dalam hidupnya, penyakit kronis, dipengaruhi oleh alkohol dan narkotika, atau bahkan karena faktor sosial ekonomi. (*)

Baca Juga : Sambil Ditemanin Asisten Pribadi, Hotman Paris Lakukan Investigasi di Balik Jet Pribadi Mewah yang Kerap Digunakan Syahrini

Editor : Alfa