Dulu Kaya Raya Hingga Raup Rp 1 Miliar, Kini Mantan Dukun Cilik Ponari Harus Bekerja Sebagai Sales dan Pernah Kerja di Pabrik

Sabtu, 18 Januari 2020 | 14:55
Istimewa

Ponari, dukun cilik dari Jombang, Jawa Timur yang terkenal pada tahun 2009 (kiri) dan kini sudah beranjak dewasa (kanan).

WIKEN.ID - Masih ingat si dukun Cilik Ponari yang pada 2009 silam viral karena batu ajaibnya?

Dukun cilik Ponari (10) asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, yang sejak 17 Januari 2009.

Kabar mengenai kesaktian batu milik Ponari tersebut kemudian menyebar ke seluruh penjuru dan membuat masyarakat berbondong-bondong datang guna meminta pengobatan.

Puluhan ribu sudah orang menyesaki Dusun Kedungsari, tempat tinggal Ponari.

Mereka berdesakan, bahkan sampai ada yang meninggal, demi mencecap penyembuhan dari batu yang dicelupkan ke air.

Baca Juga: Mantan Asisten Lina Bongkar Sifat Asli Teddy, Ternyata Pernah Bawa Ibunda Rizky Febian ke Dukun Jalani Ritual

Ponari tak memiliki bekal kemampuan medis modern atau pengobatan tradisional, terlebih saat itu ia masih duduk di bangku kelas III SD.

Ponari mengungkapkan, batu itu ditemukan secara tidak sengaja, saat hujan deras mengguyur desanya.

Keanehan kembali terjadi ketika Ponari tiba-tiba datang ke rumah tetangganya yang sedang sakit.

Ia lalu mencelupkan batu tersebut ke air dan diminum oleh tetangga tersebut.

Seketika itu juga penyakit tetangga Ponari sembuh.

Baca Juga: Bermimpu Keluarganya Meninggal Dunia karena Santet, Pria 27 Tahun Tega Mengabisi Pria Tua Dibantu Dukun

Kabar tersebut langsung menjalar ke seluruh daerah hingga akhirnya banyak warga yang berbondong-bondong datang ke rumah Ponari untuk berobat.

Selang beberapa bulan kemudian, Ponari membuka praktek pengobatan dan mematok kontribusi tiket bagi pasien sebesar Rp 5.000.

Praktik pengobatannya dibanjiri ribuan pengunjung ikut memberi manfaat bagi warga desa dan sekitarnya.

Setelah secara ekonomi keluarga Ponari naik drastis.

Namun, dukun cilik bernama lengkap Muhammad Ponari Rahmatullah justru enggan ke sekolah saat itu hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional.

Baca Juga: Terkenal Lewat Sinetron Si Doel, Artis Cantik Ini Ternyata Pernah Kepergok Jalan Bareng Mantan Menteri ke Abu Dhabi

Ponari pun akhirnya harus ikut program paket A

Pada tahun 2015, Ponari ikut ujian di program paket A dan berhasil lulus.

Setelah itu Ponari melanjutkan lagi ke sekolah Tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP).

Keluarga menyebut hasil dari pengobatan Ponari sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih.

Dengan uang sebanyak itu, Ponari mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli dua bidang sawah seluas 2 hektar, sepeda motor, dan perabotan rumah tangga.

Baca Juga: Bermimpu Keluarganya Meninggal Dunia karena Santet, Pria 27 Tahun Tega Mengabisi Pria Tua Dibantu Dukun

Namun demikian, uang tersebut perlahan-lahan habis.

Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Bahkan, untuk melahirkan putra ke duanya ibu Ponari mengalami kesulitan keuangan.

Praktik pengobatan Ponari juga sempat ditutup karena ada pasien yang meninggal saat akan berobat.

Meninggalnya pasien Ponari diduga karena kelelahan.

Baca Juga: Menguak Asal Usul Kemampuan Dukun yang Punya Akun Youtube dan Berpenghasilan Mencapai Rp 70 Juta Per Hari

Seiring berjalannya waktu, nama Ponari pun menghilang dari pemberitaan.

Rupanya si dukun cilik itu kini telah beranjak remaja.

Ia pun pernah bekerja di sebuah pabrik makanan.

Di pabrik inilah Ponari bertemu dengan calon istrinya.

Mukaromah (39), ibu dari Ponari, yang tinggal di rumahnya, di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jumat (17/1/2020), membenarkan bahwa putranya akan menikahi pacarnya.

Baca Juga: Akan Berangkat ke Suriah, TKW di Singapura Pendukung ISIS Akhirnya Ditahan, Menyebarkan Paham Radikal Melalui Sosial Media

Gadis yang dipinang Ponari pada pada Sabtu (11/1/2020), yakni Aminatus Zuroh (22), seorang karyawati pabrik makanan ringan di Kabupaten Jombang.

"Foto-foto lamarannya banyak ditaruh (diposting) di Facebook," kata Mukaromah.

Menurut Mukaromah, anak dan calon menantunya saling kenal saat keduanya sama-sama bekerja di pabrik makanan ringan.

Tahun lalu, ungkap dia, Ponari bekerja sebagai buruh di pabrik tersebut sebelum akhirnya memilih keluar dan bekerja di tempat lain.

"Sekarang anaknya masih keliling, kerja (menjadi) sales," ujar Mukaromah. (*)

Baca Juga: Mulai dari Dukun Hingga Skenario Bak di Sinetron, Wanita Ini dengan Keji Habisi Nyawa Ayah Putrinya yang Masih Balita

Editor : Alfa