Warga Madura Bangunkan Saat Sahur Pakai Drone, Sempat Dikira Mata-mata

Senin, 13 Mei 2019 | 13:15
YouTube : Cak Son

Ade Wicaksono atau Cak Son bangunkan warga saat sahur menggunakan drone.

WIKEN.ID - Sahur yang juga disebut Sehur, Sehri, Sahari atau Suhoor adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari saat akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Di Indonesia mempunyai tradisi yang cukup unik di saat bulan Ramadhan.

Ketika waktu sahur tiba, masyarakat memiliki berbagai tradisi yang dilakukan untuk membangunkan warga kampung sekitar.

Dulunya masyarakat dibangunkan dengan kentongan keliling sambil meneriakkan 'Sahur! Sahur!'.

Baca Juga : Viral Sholat Tarawih Terlama, Capai 8 Jam! Warganet: Baru Buka Udah Sahur Lagi Aja

Mereka beberapa orang berkelompok membawa peralatan lalu dipukul dengan nada kompak sehingga seperti satu alunan nada meski tidak beraturan.

Mereka berkeliling kampung mulai pukul setengah 3 sampai menjelang imsak.

Memang terdengar berisik saat memecah heningnya dini hari.

Tujuan mereka adalah supaya warga bisa mendengar seruan mereka dan bangun untuk melakukan sahur.

Di beberapa ada pula tradisi membangunkan sahur secara tradisional masih bertahan di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga : Menu Sahur Sehat, Cobalah Resep Makanan Kaya Serat dan Sehat Ini

Selain cara tradisional, ada juga yang membangunkan warga saat sahur dengan pesawat drone.

Hal ini dilakukan oleh Ade Wicaksono atau kerap dipanggil Cak Son warga Bangkalan, Madura.

Dalam unggahan di kanal Youtube miliknya, Cak Son.

"Sudah 2 tahun terakhir ketika ada Drone Panthom, saya selalu di jam-jam sahur membangunkan orang pakai drone," ujarnya yang dikutip dari tayangan Youtube.

"Saya pakai Phantom (drone) karena suaranya nyaring dibanding pakai Mavic (drone). Karena untuk membangunkan orang saur butuh suara yang rame banget," kata Cak Son.

Baca Juga : Viral Sholat Tarawih Terlama, Capai 8 Jam! Warganet: Baru Buka Udah Sahur Lagi Aja

Sebelum menerbangkan, Cak Son mengatur drone yang akan digunakan yaitu DJI Phantom 4 Pro Obsidian.

Setelah dihidupkan, ia juga mengatur RTH karena kondisinya gelap dan terbang malam lebih berbahaya.

Banyak rintangan yang tidak terlihat saat malam hari dan ia pun set RTH 40 meter.

RTH atau Return to Home adalah fitur drone yang memungkinkan drone kembali ke pangkalan atau ke "home" yang telah di setting dari awal.

Kameranya pun di set model manual karena kondisi malam yang gelap dengan setting aperture dinaikkan.

Baca Juga : Menu Sahur Sehat, Cobalah Resep Makanan Kaya Serat dan Sehat Ini

Menurut pria yang telah mendapatkan Remote Pilot License) dari TNI Angakatan Udara ini, menerbangkan saat malam pun harus berhati-hati karena ada kabel yang tak terlihat.

Sebenarnya untuk membuat nyaring drone harus terbang rendah tetapi kondisi kabel yang terlihat akan membuat bahaya.

Sambil menerbangkan drone, Cak Son bercerita bahwa saat pertama kali menerbangkan dronenya pertama kali tahun 2017 pada waktu sahur dikira mata-mata polisi oleh para tetangga.

"Ramadhan 2017, saya nerbangin drone, mungkin untuk di kawasan Bangkalan tempat kampung saya ini masih baru. Dan mereka takut," ujarnya.

Berita ini pun sempat membuat heboh di kampungnya.

Baca Juga : 4 Sayuran Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Sahur, Bisa Buat Tubuh Tidak Nyaman Ketika Berpuasa

Akhirnya, warga pun mengikuti drone kemana perginya.

Setelah drone kembali, warga akhirnya tahu jika drone itu bukan mata-mata tetapi pesawat yang dikendalikan oleh Soni.

Cak Son menerbangkan drone sekitar 6 menit dan berputar-putar di sekitar rumahnya, ia mendaratkan drone sekaligus.

Ia pun mengakui, saat terbang ini, drone menggunakan baling-baling baru.

Mau lihat seperti apa Cak Son menerbangkan pesewat drone untuk membangunkan warga, sima video di bawah ini. (*)

Baca Juga : Tak Hanya Bisa Berfungsi Otomatis, Drone untuk Misi Penyelamatan Ini Bisa Memindai Area yang Luas dan Mengidentifikasi Target Potensial

Editor : Alfa