Pulang Tinggal Nama, Bocah 13 Tahun Tewas dengan Kondisi Mengenaskan, Jasad Korban Dimasukan dalam Karung Berisi 15 Kilogram Batu Koral

Selasa, 25 Agustus 2020 | 07:00
Star Derwin Brown Law Office

Ilustrasi pembunuhan.

Pulang Tinggal Nama, Bocah Berusia 13 Tahun Ditemukan Tewas dengan Kondisi Mengenaskan hingga Wajahnya Sulit Dikenali, Jasad Korban Dimasukan dalam Karung Berisi 10 Sampai 15 Kilogram Batu Koral

WIKEN.ID -Penemuan mayat dalam karung di aliran sungai merah Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, menghebohkan warga setempat, Rabu (19/8/2020).

Sampai saat ini, petugas Polsek Tanjung Morawa masih menyelidiki penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Dugaan sementara, mayat itu merupakan korban pembunuhan.

Melansir Tribun Medan, mayat dalam karung tersebut pertama sekali ditemukan oleh seorang warga bernama Suhartono pada Rabu siang sekira pukul 11.30 WIB.

Baca Juga: Sering Dilakukan Oleh Para Orang Tua dengan Anak yang Masih Kecil, Video Ini Jadi Saksi Bisu Bahayanya Membonceng Anak di Jok Depan

Saat itu saksi hendak mengambil pasir di sungai merah.

Karena mencium bau busuk ia pun mencari sumber bau tersebut.

"Sempat aku cari di mana bau busuk itu. Baru kemudian kulihat ada karung. Terus aku naik dari sungai dan mencari orang untuk memberitahukan ada mayat," ucap Suhartono.

Saat itu orang yang pertama ditemui oleh Suhartono adalah Lewi Junaidi dan Rio, buruh pemanen sawit.

Baca Juga: Kini Jadi Ladang Para Artis Mulai dari Raffi Ahmad Hingga Baim Wong Meraup Duit, Ternyata Inilah Video Pertama yang Diunggah Ke YouTube 15 Tahun Silam

Saat itu mereka kembali ke sungai untuk mengecek apakah mayat manusia atau hewan.

"Setelah dicek kembali, ternyata mayat manusia," kata Suhatono.

Dugaan sementara, mayat yang mengambang dalam karung itu merupakan korban pembunuhan.

Kondisi kepala sudah menjadi tengkorak, sedangkan bagian tubuhnya sebagian masih utuh.

Baca Juga: Maksud Hati Mau Cari Orderan Dini Hari, Tak Diduga Pengmudi Ojek Online Malah Ditodong pengendara Pembawa parang Di Depan Warung Gudeg

HO

Jasad korban pada saat dievakuasi polisi dari lokasi penemuan di sungai merah Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Rabu, (19/8/2020)

Korban mengenakan kaos lengan panjang merek Bos warna biru dongker.

Bagian bawahnya celana panjang keper warna coklat.

Baca Juga: 6 Tahun Menikah, Wanita Ini Tak Kuasa Menahan Amarah Usai Menggerebek Suaminya Selingkuh, Bukannya Merasa Bersalah Pria Tersebut Malah Jotos Teman Sang Istri

Lalu, ada cincin besi di jari manis tangan kanannya yang sudah membengkak.

Personel Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tanjungmorawa bersama Satuan Reskrim dan Inafis Polresta Deliserdang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.

"Belum tahu kita identitasnya. Karena wajahnya sudah hancur kita juga tidak bisa menaksir sekitar umur berapa korban itu," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin Manurung, Rabu (19/8/2020).

AKP Sawangin Manurung menjelaskan, saat karung dibuka, di dalamnya ada batu koral sekitar 10 sampai 15 kilogram.

Baca Juga: Ungkap Perbedaan yang Dirasakan Oleh Maia Estianty Saat Pertama Kali Menikah dan Kini, Mbak You Sebut Maia Estianty Ingin Membuktikan Hal Ini Pada Ahmad Dhani

"Batu itu mungkin supaya mayat korban ini tenggelam. Sejauh ini masih melakukan penyelidikan," katanya.

Mengutip Kompas.com, berdasar penyelidikan sidik jari korban, polisi menyebut korban merupakan seorang siswa SMP berusia 13 tahun dengan inisial NW.

“Iya benar, jenazah yang ditemukan itu, teridentifikasi sebagai seorang pelajar SMP 2 Galang,” kata Kasat Reksrim Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus saat dihubungi, Sabtu (22/8/2020) pagi.

Menurut Firdaus, usai berhasil mengangkat sidik jari korban, polisi segera mencocokannya dengan data orang hilang dari Kecamatan Deli Serdang.

Baca Juga: Benarkan Adiknya Tak Tinggal Serumah dengan Rizki DA, Nadya Mustika Ternyata Sempat Meminta Tolong Ini pada Keluarga Angkatnya

Sementara itu, usai identitas terungkap, polisi akan segera melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ternasuk keluarga dan teman korban.

“Hari ini kami rencanakan untuk pemeriksaan saksi-saksi keluarga korban dan teman-temannya korban. Untuk tersangka, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, dilansir dari Tribun Medan, paman korban, Bob Fahmi menceritakan kalau korban pergi dari rumah pada 15 Agustus lalu.

Saat itu korban pamit dari rumah untuk membeli sarapan.

Baca Juga: Keberaniannya Baru Timbul, Atta Halilintar Ungkap Kejadian Pahit Jadi Korban Pelecehan Seksual: Ini Aku Diraba-raba

"Dia tinggal serumah sama saya. Saat pamit itu dia sama ibunya untuk beli sarapan saja tapi kemudian tidak pulang-pulang lagi,"ucap Bob Fahmi Sabtu, (22/8/2020).

Bob Fahmi yang juga merupakan Kepala Dusun IV Desa Ujung Rambe ini menyebut saat pergi itu keponakannya itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z.

Sampai sekarang mereka belum mendapatkan informasi akan keberadaan sepeda motor tersebut.

Disebut kasus hilangnya keponakannya itu telah dilaporkan ke Polsek Galang.

"Kami enggak ada lihat tanda-tanda kalau dia punya masalah. Dia masih kelas 2 SMP itu," kata Bob. (*)

Baca Juga: Ibu Kandung Nadya Mustika Mencak-mencak dan Sakit Hati Gara-gara Tak Diundang ke Nikahan Sang Anak, Keluarga Angkat Bongkar Alasannya

Editor : Agnes

Sumber : Tribunmedan.com, KOMPAS.com

Baca Lainnya