Kehilangan Seluruh Anggota Keluarganya, Bocah Ini Ogah Diadopsi Malah Tinggal di Gubuk dan Menanam Sayuran Demi Menyambung Hidup

Minggu, 01 Desember 2019 | 18:40
tribunnews

Kehilangan Seluruh Anggota Keluarganya, Bocah Ini Ogah Diadopsi Malah Tinggal di Gubuk dan Menanam Sayuran Demi Menyambung Hidup

WIKEN.ID-Seorang anak harusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya dan keluarganya.

Namun berbeda dengan seorang bocah berusia 10 tahun yang satu ini.

Bocah yang berasal dari pedesaan Vietnam ini menolak untuk diadopsi setelah ia kehilangan seluruh anggota keluarganya.

Alih-alih memilih bahagia dengan keluarga barunya, ia malah hidup sendiri dan bekerja di ladang sepanjang hari demi menyambung hidup.

Kisahnya telah meluluhkan hati jutaan orang di seluruh dunia.

Sementara sebagian besar anak berusia 10 tahun masih tinggal dengan keluarga mereka, Dang Van Khuyen menghabiskan hari-harinya dengan bekerja keras di ladang di sekitar rumah sederhana di sebuah desa terpencil di Vietnam.

Baca Juga: Demi Dapatkan iPhone 11, Karyawan Anang Hermansyah dan Ashanty Sampai Nabrak Mobil Dishub, Kenapa Ya?

Ia melakukan beragam pekerjaan seperti menanam sayuran untuk menghidupi dirinya sendiri.

Hidupnya juga tidak mudah.

Ia kehilangan ibunya di usia yang sangat muda dan harus tinggal bersama neneknya.

Sementara sang ayah pergi mencari pekerjaan di bidang industry.

Namun keadaan menjadi lebih buruk ketika ayahnya meninggal dalam suatu kecelakaan di tempat kerja.

Baca Juga: Merantau ke Jakarta Tanpa Modal Apapun, Pelawak Ini Rela Tidur di Los Buah Hingga Jual Tas Kresek Demi Menyambung Hidup

tribunnews

Kehilangan Seluruh Anggota Keluarganya, Bocah Ini Ogah Diadopsi Malah Tinggal di Gubuk dan Menanam Sayuran Demi Menyambung Hidup

Sedangkan neneknya menikah lagi dengan pria di desa lain dan membiarkannya sendiri tanpa bantuan apapun.

Khuyen sebelumnya sangat mengandalkan uang kiriman dari ayahnya yang secara teratur mengirim uang ke rumah.

Semuanya untuk makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya.

Neneknya juga memasak tapi sekarang mereka telah pergi dan ia harus melakukan semua pekerjaan sendiri.

Baca Juga: Cintanya Tak Direstui Saat SMA, Aktris Cantik Ini Rela Kabur Kawin Lari dengan Seorang Mahasiswa: Nggak Patut Dicontoh

Dalam sebuah fitur video oleh media Vietnam, bocah lelaki berusia 10 tahun itu ditunjukkan menanam sayuran di ladang di sekitar rumahnya, dan memanen rebung untuk dimasak.

Dia menghabiskan siang dan malamnya di gubuk kumuh dengan atap jerami, tetapi tidak ingin diadopsi oleh keluarga lain.

Setelah mendengar tentang kematian ayah Khuyen, gurunya berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membawa tubuhnya pulang untuk dimakamkan, dan memberi tahu otoritas setempat tentang situasi bocah itu.

Baca Juga: Hotman Paris Sebut Galih Ginanjar Hidup Pas-pasan di Penjara, Barbie Kumalasari Justru Sudah 60 Persen Mantap Cari Penggantinya: Namanya Juga Cewek Kan!

Karena kakek dan nenek dari pihak ibunya tidak menyatakan keinginan untuk membawa bocah itu bersama mereka, masuk ke panti asuhan dan adopsi adalah satu-satunya solusi.

Tapi bocah itu langsung menolak dan berkata bahwa ia bisa mengurus dirinya sendiri.

Dang Van Khuyen saat ini mengandalkan kemurahan hati tetangganya untuk makanan bergizi seperti beras, tetapi ia juga memanen rebung dan menanam sayuran sendiri.

Dia mengklaim dia lebih dari mampu hidup sendiri dan menolak untuk mempertimbangkan adopsi, tetapi mengakui bahwa tidur sendirian setiap malam, dengan mendengar suara lolongan melalui sela-sela gubuknya bukanlah hal yang menyenangkan.

Baca Juga: Ditinggalkan oleh Pemiliknya di Penampungan Hewan, Kucing Ini Dibekali Surat Kecil Berisi Tulisan Tangan Anak kecil, Pesannya Bikin Terharu

Sejak guru Khuyen membagikan kisahnya secara online dan media Vietnam mulai menulis tentang keberaniannya yang mengagumkan, dukungan telah mengalir dari seluruh penjuru negeri.

Beberapa orang menawarkan untuk mengadopsinya, sementara yang lain menyatakan keinginan untuk menyumbangkan barang-barang yang Ia butuhkan.

Salah satu hal yang paling mengesankan tentang anak yang pemberani ini adalah bahwa terlepas dari kesulitannya, ia tidak pernah melewatkan satu hari pun di sekolah.

Setiap pagi, dia naik sepeda, menghadiri kelas dan kemudian kembali ke rumah untuk melakukan tugas sehari-hari.(*)

Tag :

Editor : Agnes

Baca Lainnya