Karyawati Minimarket Diseret-seret Hingga Pakaian Dilucuti, Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Selasa, 03 September 2019 | 12:00

WIKEN.ID-Perampokan berkedok pura-pura menjadi pembeli kembali terjadi.

Kejadian ini terjadi di minimarket Jalan Kapten Batu Sihombing, Laut Dendang tepatnya di depan kampus Wilmar, Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 09.03 WIB.

Dalam peristiwa itu, dua perampok berhasil menggondol uang dari kasir sebesar Rp 20 juta.

Ketika melancarkan aksinya, kedua pelaku juga mengancam korban dengan menggunakan pisau.

Tidak hanya itu, kedua pelaku juga menyuruh kedua korban untuk membuka seragam kerja mereka hingga hanya tertinggal manset di badan.

Baca Juga: Kisah Masa Lalu, Inul Daratista Dipaksa Lepas Perawan Hingga Diusir Produser di Awal Karir Hingga Tak Mau ke Jakarta

Misna (20) salah seorang korban warga asal Bandar Setia ini, menceritakan awalnya kedua pelaku berpura-pura untuk melihat-lihat barang.

Tak berapa lama, saat Misna dan rekannya Rabiatul Adawiyah (24) sedang sibuk merapikan barang dan memutar ke pintu untuk melakukan pengawasan, tiba-tiba kedua pelaku menodongkan pisau ke masing-masing korban.

"Saya dicekik sambil ditodongkan parang daging. Saya juga sampai dicekik dan diseret-seret jilbab hingga terlepas," kata Misna saat menceritakan kejadian mencekam itu di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Sempat Menghebohkan karena Mutilasi 11 Orang, Pria Ini Sekarang Tunggu Hukuman Mati Sambil Puasa

tribunnews

Korban penyekapan di minimarket

Misna mengaku alasan merasa curiga, yang membuat ia dan rekannya mengawasi kedua pelaku.

Kecurigaan muncul karena pelaku masuk menggunakan helm.

"Waktu itu hari Minggu, kebetulan saat mereka mengancam kami, kondisi memang sedang sepi.

Belakang perumahan dan depan kampus. Apalagi kondisi saat itu hari gerimis," ujarnya.

Rabiatul juga menuturkan harusnya ada rekan laki-lakinya yang berjaga namun karena sakit, sehingga tidak masuk.

Baca Juga: Tanpa Pikirkan Keselamatannya Sendiri, Pria Ini Rela Terjun ke Danau Es untuk Selamatkan Dua Anjing

Pelaku akhirnya berbagi tugas, yang satu menodongkan pisau sedangkan satu lagi mengambil uang dari kasir.

"Mungkin mereka menyuruh kami buka baju agar kami malu dan tidak berani keluar," sebut Rabiatul.

Setelah berhasil menggondol uang sejumlah Rp20 juta dari kasir, pelaku lalu menarik kedua korban ke arah belakang minimarket dan dikunci dalam sebuah ruangan.

Kedua pelaku kemudian pergi meninggalkan minimarket.

Baca Juga: Tak Cuma Manusia, Kuda Juga Ternyata Bisa Punya Ritual Harian yang Menyenangkan, Intip Ritualnya!

tribunnews

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengintrogasi pelaku perampokan di minimarket saat gelar kasus, di RS Bhayangkara Medan, Senin (2/9/2019). Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus perampokan di minimarket dan berhasil mengamankan tiga pelaku diantaranya seorang ditembak mati.

Tak lama setelahnya, sekitar 10 menit kemudian ada pembeli yang datang dan curiga melihat kondisi minimarket yang kosong melompong.

Pembeli itu masuk dan mendengar ada teriakan dari arah belakang.

Ia lalu memanggil warga di sekitar toko dan bersama-sama menolong dua korban yang terkunci.

Pascakejadian itu, Rabiatul warga asal Tanjungmorawa ini mengaku trauma apalagi ia baru saja melahirkan sehingga trauma yang diderita cukup parah.

"Karena trauma saya akhirnya mengundurkan diri. Karena habis kejadian itu, kalau ada datang customer pakai helm saya langsung terkejut dan ketakutan kadang masuk ke bawah kasir. Sehingga membuat saya tidak nyaman saat bekerja," beber Rabiatul.

Baca Juga: Dianggap Titisan Dewa Ganesha, Bayi Ini Terlahir dengan Hidung Mirip Belalai Gajah

Kini dua pelaku perampokan yang terjadi pada empat bulan silam telah diamankan.

Satu pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur hingga akhirnya meninggal dunia.

Sedangkan satu tersangka lain diberi hadiah timah panah di kaki dan satu penadah barang curian juga diamankan.(*)

Editor : Agnes

Sumber : tribunnews

Baca Lainnya