Ditusuk Orang Tak di Jepang, WNI Ungkap Kronologi Melalui Video Ini

Rabu, 20 Maret 2019 | 11:17
Tribun Solo

WNI asal Cilacap, Jawa Tengah, bernama Tri Eko Muzakir Rahman itu ditusuk orang tidak dikenal di Prefektur Tochigi, Minggu (17/3)

WIKEN.ID - Tri Eko Muzakir Rahman, WNI asal Cilacap, Jawa Tengah ditusuk orang tidak dikenal di Sano, Jepang, Minggu (17/3) pukul 12.00 waktu setempat.

Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu Lalu M Iqbal, yang dikutip dari Detik.com, Tri Eko Muzakir Rahman ditusuk orang tidak dikenal di kawasan Prefektur Tochigi.

Sementara dikutip dari portal berita Jepang TBSNews, aksi penusukan dialami korban di sekitar Masjid Sano, di Kota Sano, Prefektur Tochigi, Jepang.

Setelah melakukan penikaman, pelaku kabur melarikan diri.

Baca Juga : BREAKING NEWS: Penembakan dalam Trem di Belanda, Satu Orang Tewas

Sementara itu akibat ditusuk, Eko mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan intensif.

Dalam video yang beredar, tampak korban mengalami sejumlah luka di bagian tangan dan bagian wajah.

Korban pun menuturkan kronologi penikaman tersebut melalui rekaman video.

"Waktu saat kejadian, saya jalan sendiri mau ke Sano masjid. Sebelum sampai tiba-tiba ada orang tak dikenal nusuk ke arah badan saya, namun saya tangkis pakai tangan saya," tutur Tri dalam video yang beredar.

Baca Juga : Keluarkan Pernyataan Mengejutkan atas Peristiwa Penembakan, Senator Fraser Anning Ditimpuk Telur Saat Diwawancara Media

Tri pun turut membeberkan ciri-ciri pelaku yang melakukan peniskaman terhadapnya.

"Orangnya agak kecil pakai kemeja kotak-kotak. Saya lihat itu orang sini (Jepang)," tuturnya.

Pria asal Cilacap itu pun langsung mencari pertolongann setelah ditikam.

"Setelah kejadian penusukan itu saya langsung lari ke masjid dan langsung bilang kalau saya luka," tutup Tri.

Kabar terbaru, pelaku telah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan kepolisian Tokyo. (*)

Baca Juga : 6 Masjid di Selandia Baru yang Menampilkan Keajaiban Arsitektur Islam, Nomor Terakhir Jadi Tempat Penembakan!

Editor : Alfa