Tetes Air Mata Basahi Pipinya, Mutia Ayu Setia Menemani di Samping Peti Putih Tempat Jenazah Glenn Fredly Disemayamkan

Kamis, 09 April 2020 | 12:13
KOmpastv

Peti jenazah Glenn Fredly yang tiba di Gereja Sumber Kasih di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

WIKEN.ID - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia semalam.

Glenn Fredly yang karyanya tak asing bagi warga indonesia telah pergi untuk selamanya di usia 44 tahun.

Glenn yang meninggalkan seorang istri dan anak perempuan ini kini telah disemayamkan di Gereja Sumber Kasih, Lebak Bulus.

Baca Juga: Keluarga Glenn Fredly Minta Pelayat Tak Hadiri Pemakaman Sang Musisi: Doa Sudah Lebih dari Cukup untuk Menguatkan Kami

Baca Juga: Tak Bisa Tinggal Diam, Sebelum Pergi Untuk Selamanya Glenn Fredly Sempat Galang Dana Hingga Adakan Konser Amal Untuk Bencana yang Terjadi di Indonesia, Salah Satunya Masih Berjalan

Jenazah Glenn Fredly mulai disiapkan untuk menjalani prosesi pemakaman.

Keluarga memutusan untuk memindahkan tempat persemayaman jenazah Glenn Fredly ke Gereja Sumber Kasih, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dikutip dari Tribunnews, Uci, adik perempuan dari Glenn Fredly mengatakan jika jenazah dimandikan di rumah duka Heaven Dharmais.

Setelah itu, jenazah Glenn Fredly dibawa ke Gereja Sumber Kasih di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Dikutip dari tayangan KompasTV, jenazah Glenn Fredly diistirahatkan di dalam sebuah peti berwarna putih.

Baca Juga: Pihak Keluarga Akhirnya Buka Suara Terkait Kronologi Meninggalnya Glenn Fredly

Peti jenazah Glenn Fredly yang tiba di Gereja Sumber Kasih di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan langsung ditandu masuk oleh beberapa orang, termasuk dari petugas rumah duka Heaven Dharmais.

Dari pantauan langsung KompasTV, tampak sang istri, Mutia Ayu yang mengenakan masker dan berkemeja putih, setia menemani di samping peti berwarna putih tempat jenazah suaminya diistirahatkan.

Dirinya tak kuasa menahan air mata melihat sang suami terbujur di dalam peti jenazah.

Tampak banyak pelayat yang menghadiri ibadah pelepasan Glenn Fredly digelar.

Editor : Pipit