Terjadi Kerusuhan Antar 2 Kelompok di India, Gara-gara Menentang RUU Kewarganegaraan yang Dinilai Rasis

Kamis, 27 Februari 2020 | 17:00
AFP

Kerusuhan di India

WIKEN.ID - Telah terjad kerusuhan di New Delhi, India.

Dilansir dari BBC, setidaknya 13 orang tewas (baik Hindu maupun Muslim) terbunuh dalam kerusuhan tersebut.

Sumber lain mengatakan 23 orang tewas.

Dari 13 korban tewas, seorang polisi dinyatakan gugur. Dia bernama Ratan Lal.

Baca Juga: Pengemudi Mobil Arogan yang Pukul Sopir Ambulan di Bintaro Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi, Intip Kronologinya!

Selain itu, ada seorang reporter saluran lokal India JK 24x7 yang tertembak dan dua wartawan NDTV yang dipukuli.

Korban sipil lainnya adalah pengemudi becak mobil, Shahid Alvi yang tewas karena tertembak peluru.

Selain itu, seorang warga bernama Rahul Solanki juga mati ditembak ketika mencoba melarikan diri dari kerumunan.

Saudaranya, Rohit menjelaskan kalau Rahul telah berusaha dibawa ke empat rumah sakit namun ditolak.

Baca Juga: Pernah Menerima Sebuah Mobil Hingga Jam Tangan Mewah Seharga 70 Juta dari Politisi, Vitalia Sesha Lagi-lagi Berurusan dengan Kepolisian, Ada Apa?

Kerusuhanpertama kali bermula pada Minggu (23/02/2020) antara demonstran pendukung (Hindu) dan penolak CAA (Citizenship Amandment Act) yang beragama Islam.

Bentrokan ini terjadi selama kunjungan resmi pertama presiden AS Donald Trump ke India.

Peristiwa bentrok terjadi di pusat mayoritas Muslim yang berdekatan dengan Timur Laut Delhi, sekitar 18 kilometer dari pusat ibukota.

Tempat dilangsukannyapertemuan Trump dengan para pimpinan India, diplomat dan pelaku bisnis.

Baca Juga: Kini Terjerat Kasus Narkoba, Model Majalah Dewasa Ini Pernah Tersandung Skandal Cinta dengan Pejabat Kasus Korupsi Impor Daging Sapi

CAA yang anti-Muslim menimbulkan protes masif sejak akhir tahun kemarin dan berujung pada kerusuhan.

Ketika ditanya tentang bentrok yang terjadi saat kunjungannya, Trump hanya mengatakan itu hak pemerintah India dalam penanganannya.

Kerusuhan ini cukup membuat malu Perdana Menteri India, Narendra Modi yang telah menjauhkan perhatian juga kunjungan Trump di India.

Insiden Selasa (25/02/2020) sore juga menunjukkan adanya perusakan masjid di wilayah Shahadra.

Para perusak berusaha mengoyak simbol bulan sabit dari atas menara.

Baca Juga: Viral Kisah Pilu 6 Bocah Yatim Piatu di Balikpapan, Ibu dan Ayahnya Meninggal Dunia di Hari yang Sama

Kerusuhan dipicu oleh Kapil Mishra, ketua BJP (Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata), yang mengancam kelompok pemrotes penentang CAA selama akhir pekan.

Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan diusir secara paksa begitu presiden Trump meninggalkan India.

Juru bicara Kepolisian Delhi, MS Randhawa memberitahukan bahwa situasi terkendali dan "sejumlah polisi" telah dikerahkan.

Namun massa terus meneriakkan slogan dan saling melempar batu.

Baca Juga: Awalnya Niat Hilangkan Racun dengan Memakan Empedu Ular, Pria Ini Ternyata Sampai Pingsan Hingga Kejang, Terkukan Begini Kisahnya!

Randhawa kemudian mengatakan bahwa polisi telah mengerahkan drone untuk memindai rekaman kamera CCTV.

Dia akan memberi sanksi bagi pembuat onar.

Peristiwa itu menyisakan sejumlah pemandangan yang tidak mengenakkan seperti kendaraan hangus, jalanan penuh batu di Jaffrabad dan Chand Bagh pada Selasa paginya.

Akibat peristiwa itu, beberapa stasiun metro terpaksa ditutup.

Menanggapi peristiwa nahas tersebut, ketua menteri yang baru terpilih kembali, Arvind Kejriwal meminta pemerintah federal untuk memulihkan ketertiban.

Baca Juga: Bukannya Mengantar Sesuai Pesanan, Pengemudi Ojek Online Ini Justru Dipesan untuk Bantu Penumpang di Kamar Mandi, Endingnya Bikin Haru

Pada kenyataannya, tidak ada cukup polisi di jalan. Polisi yang berjaga bahkan tidak mendapat perintah dari atas untuk mengendalikan situasi.

CAA atau Citizenship Amendment Act merupakan amnesti kepada imigran non-Muslim dari tiga negara mayoritas Muslim terdekat seperti Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh.

Pemerintah Modi menyangkal hal ini dan mengatakan bahwa dia hanya berusaha memberikan amnesti kepada minoritas yang dianiaya.

Namun hal itu diprotes oleh ratusan ribu orang di India baik muslim maupun hindu.

Baca Juga: Viral Video Pengemudi Mobil Toyota Calya Hadang dang Pukul Sopir Ambulans di Bintaro, Intip Kronologinya!

Mereka juga melakukan beberapa aksi seperti aksi duduk bersama di Shaheen Bagh di Delhi.

RUU CAA ini memberikan kewarganegaraan pada minoritas agama.

Pemerintah yang dipimpin Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) mengatakan akan memberi perlindungan kepada orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan agama.

Namun para kritikus meyakini bahwa RUU itu adalah bagian dari upaya BJP untuk meminggirkan Umat Islam.(*)

Baca Juga: Pamitnya ke Istri untuk Kerja Lembur, Tak Tahunya Sang Suami Sengaja Simpan 6 Gadis di Dalam Bunker Rahasia

Editor : Amel

Sumber : Kompas.com, bbc.co.uk