Resmi Berganti Kelamin Jadi Laki-laki, Remaja 19 Tahun Ini Rupanya Alami Kelainan, Kok Bisa?

Jumat, 21 Februari 2020 | 13:30
pexels.com

Ilustrasi

WIKEN.ID -Seorang remaja yang berusia 19 tahun resmi berganti kelamin dari perempuan ke laki-laki.

Permohonan ganti kelaminnya, kini telah di ketok palu oleh hakim dan di sahkan pada Pengadialan Negeri Surabaya.

Ia adalah Putri Natasya (PN), warga Bulak Rukem Surabaya, Jawa Timur.

Setelah permohonannya mengganti status kelamin di kabulkan, kini ia mengganti namanya dengan Ahmad Putra Adinata.

Ahmad Putra Adinata mengaku tak pernah melakukan operasi kelamin untuk berubah menjadi laki-laki.

Dilansir WIKEN.ID dari Kompas.com, kuasa hukumnya, Martin Suryana mengatakan, Ahmad hanya melakukan operasi untuk penyempurnaan bentuk kelamin.

Baca Juga: Dipanggil Bocah Kaya, Atta Halilintar Mengaku Tak Diberi Uang Jajan Sejak SD Oleh Orang Tuanya, Dirinya Terpaksa Lakukan Hal Ini

Martin mengatakan, Ahmad sudah berkelamin laki-laki sejak lahir, tapi tak sempurna.

"Jadi bukan melakukan operasi kelamin untuk menjadi laki-laki, tapi penyempurnaan saja," kata Martin Suryana usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (19/2/2020).

Martin menegaskan, setelah disetujui majelis hakim, kliennya sudah berganti nama dari Putri Natasya menjadi Ahmad Putra Adinata.

"Setelah ini status di administrasi kependudukan juga berubah setelah keputusan hukum," jelasnya.

Secara fisik, Ahmad Putra Adinata memang tak nampak seperti perempuan.

Saat hadir di sidang vonis Rabu siang, ia mengenakan batik coklat dan kopiah hitam.

Sidang putusan atas permohonan warga Jalan Bulak Rukem Surabaya itu digelar secara terbuka di ruang sidang Tirta I Pengadilan Negeri Surabaya, dipimpin hakim tunggal R. Anton Widyopriyono.

Baca Juga: Tak Pedulikan Nyawanya, Hanya Karena Menghalangi Mobilnya yang Akan Melintas Pria Ini Nekat Gergaji Palang Kereta Api

Dalam sidang putusan tersebut, Ahmad Putra Adinata didampingi kuasa hukumnya, Martin Suryana, serta ayah dan ibunya di kursi peserta sidang.

Hakim memiliki berbagai pertimbangan dalam memutus permohonan itu.

Seperti pemohon hingga berusia 19 tahun tidak mengalami menstruasi seperti perempuan.

"Selain tidak mengalami menstruasi, hasil pemeriksaan dokter menyebut bahwa pemohon juga tidak memiliki kandungan, dan tidak memiliki sel telur," kata Anton.

Dalam vonisnya, hakim memerintahkan pemohon agar segera melaporkan perubahan status jenis kelamin kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya, Laporan harus dilakukan paling lambat 30 hari setelah salinan penetapan diterima.

Baca Juga: BERITA TERPOPULER: Terungkap Alasan Indra Bruggman Takut Naksir Artis Senior Ini, Hingga Dirinya Disebut-sebut Langsungkan Pernikahan Sesama Jenis di Belanda

Diketahui, kejadian tersebut biasa disebut dengan istilah Hipospadia.

Lalu, apa sebenarnya Hipospadia itu?

Hipospadia adalah kelainan genital, di mana letak lubang kencing tidak berada di ujung kepala penis, tetapi berada di bawah kepala penis.

Anak yang mengalami kelainan hipospadia memiliki bentuk batang penis yang bengkok.

Hipospadia mungkin terdengar asing di telinga sebagian besar orang, padahal kelainan pada saluran kencing ini dialami sekitar 1 dari 250 kelahiran bayi laki-laki.

Pada kasus yang berat, hipospadia bisa membuat bayi seolah memiliki kelamin ganda.

Baca Juga: Ibunda Lina Akhirnya Beberkan Perlakuan Teddy Usai Nikahi Lina Jubaedah: Kayak Pembantu!

Hipospadia merupakan bocornya saluran kencing di antara scrotum sehingga air seni tidak keluar melalui ujung penis.

Menurut dr.Arry Rodjani, spesialis urologi, pada kasus hipospadia yang berat saluran kencing berada di scortum.

"Ada juga kasus bayi yang testisnya tidak teraba sehingga tidak jelas apakah dia laki-laki atau perempuan.

Karena itu biasanya akan dilakukan tes kromosom untuk mengetahui kecenderungannya," ujarnya yang dikutip dari Kompas.com.

Hipospadia sebenarnya bisa diatasi dengan operasi sehingga fungsi berkemih anak kembali normal, yakni bisa kencing sambil berdiri dan juga pancarannya lurus.

Baca Juga: Bongkar Rahasia terus Cantik dan Awet Muda, Penyanyi Cantik Ini Ngaku Kecanduan Lakukan Ritual Menyakitkan, Sambil Zikir?

Karena gangguan ini sudah langsung diketahui begitu bayi lahir, maka operasi sebaiknya dilakukan sebelum anak usia sekolah.

Hipospadia yang tidak diatasi bisa menyebabkan anak mengalami trauma psikologis karena ejekan dan hinaan dari teman-temannya.

“Penyebabnya hingga saat ini, belum diketahui pasti. Hipospadia merupakan kasus kelainan genital yang sering ditemukan,” ujar dokter Spesialis Urologi Irfan Wahyudi.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit, namun kelainan ini menyebabkan gangguan saat berkemih

Ketika anak dewasa, dapat membuat fungsi reproduksi tidak berjalan baik saat ejakulasi.

Hal ini dikarenakan bentuk penis yang bengkok atau melengkung saat ereksi akan menyulitkan penetrasi. (*)

Baca Juga: Tak Malu Akui Dirinya Pacaran dengan Sesama Jenis, Keponakan Ashanty Ini Berikan Pengakuan Mengejutkan: Selama 3 Bulan

Editor : Amel

Sumber : Kompas.com