Hidup dalam Kemiskinan Setelah Orang Tua Meninggal, Anak-anak Ini Tinggal di Rumah Tanpa Listrik dan Gunakan Air Selokan untuk Memasak

Selasa, 19 November 2019 | 20:00
Harian Metro

Hidup dalam Kemiskinan Setelah Orang Tua Meninggal, Anak-anak Ini Tinggal di Rumah Tanpa Listrik dan Gunakan Air Selokan untuk Memasak

WIKEN.ID -Beberapa dari kita beruntung memiliki kehidupan yang baik, bahkan jika kita tidak menyadarinya.

Terlahir sehat dan segala kebutuhan dasar bisa terpenuhi adalah hal yang patut disyukuri.

Saat kita masih belum dewasa, kita selalu berharap orang tua kita ada untuk mendukung kita sepanjang hidup.

Namun, bagaimana jika dengan mereka yang tak lagi memiliki orang tua?

Itulah yang dialami tiga bersaudara ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga: Disebut Tak Konsen Saat Jadi Juri Indonesian Idol, Ternyata Anang Hermansyah Pikirkan Ashanty Karena Hal Ini

Baca Juga: Sudah Punya Istri di Kampung, Pak Tarno Nikahi Pramugari Cantik dan Ceritakan Saat PDKT, Enggak Bisa Tidur Karena Ditelepon Terus!

Mohamad Syahadam Abdul Talib Mohd Kasim yang berusia 19 tahun tinggal bersama kedua adiknya yang baru bersia 14 tahun dan 9 tahun.

Syahadam tinggal dengan kedua adiknya yang bernama Siti Noraini Ahmad dan Siti Norasniza setelah kedua orang tuanya meninggal.

Anak-anak dari Kampung Mentara Lama, Kelantan, Malaysia ini pertama kali kehilangan ayah mereka enam bulan lalu karena serangan jantung.

Tak lama setelah ayah mereka meninggal, ketiga anak ini kehilangan ibu mereka karena diabetes.

Di usia yang begitu muda, anak-anak ini telah mengalami kerugian yang sebagian besar dari kita bahkan tidak bisa bayangkan.

Tiga bersaudara ini sekarang tinggal di sebuah rumah yang kekurangan dalam beberapa hal, tanpa listrik dan atap seng.

Harian Metro

Hidup dalam Kemiskinan Setelah Orang Tua Meninggal, Anak-anak Ini Tinggal di Rumah Tanpa Listrik dan Gunakan Air Selokan untuk Memasak

Baca Juga: Sudah Berusia 60 Tahun Tapi Masih Kuat Setiap Hari Berjalan Hingga 19 Kilometer Sepulang Kerja, Wanita Ini Akhirnya Dapat Hadiah Manis dari Rekan Kerjanya

Baca Juga: Gagal Bobol Gunakan Linggis, Kawanan Perampok Ini Pilih Seret Mesin ATM Gunakan Mobil, Ternyata Hanya Segini Uang yang Mereka Dapat

Situasinya menjadi begitu mengerikan sehingga mereka menggunakan menggunakan air selokan dan air sungai untuk keperluan rumah tangga mereka seperti memasak, membersihkan dan mencuci pakaian mereka.

Syahadam kini telah mengambil tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Dia mengatakan kepada Harian Metro bahwa mereka merawat ibu mereka yang sakit sampai dia meninggal pada bulan Agustus.

"Sejak saat itu, hidup kita dipenuhi dengan kesulitan tetapi sebagai yang tertua, saya harus tetap kuat dan bahkan mengatakan kepada saudara perempuan saya untuk melakukan hal yang sama," ujar Syahadam.

Terlepas dari kemiskinan mereka, mereka tidak mengeluh karena mereka telah diajarkan untuk menghargai apa yang mereka miliki, dan mereka telah terbiasa dengan kehidupan mereka yang miskin.

Harian Metro

Hidup dalam Kemiskinan Setelah Orang Tua Meninggal, Anak-anak Ini Tinggal di Rumah Tanpa Listrik dan Gunakan Air Selokan untuk Memasak

Baca Juga: Artis FTV Ini Meninggal Karena Kanker Lidah, Waspada Makanan dan Minuman yang Disukai Banyak Orang Ini Bisa Jadi Penyebabnya!

Baca Juga: Baru 21 Hari Menikah dan Kandas Akibat Gagal Resepsi, Pedangdut Ini Bagikan 1000 Souvenir yang Sudah Dibuat untuk Para Penggemar

Syahadam, yang berpendidikan sekolah menengah, saat ini bekerja sebagai buruh tani kelapa sawit dengan penghasilan 700 ringgit atau 2,3 juta sebulan, yang cukup untuk biaya mereka.

Mereka cukup enggan untuk meminta bantuan dari orang-orang.

Menurut Pejabat Departemen Kesejahteraan Rakyat Gua Musang (JKM), Hizani Ibrahim, departemen mereka telah menyetujuibantuan kepadatiga bersaudara inimulai dari Desember 2020, dan penyelidikan atas masalah mereka juga telah dimulai. (*)

Editor : Rebi

Baca Lainnya