Dikira Sehat, Minuman Pokok Bayi Ini Ternyata Bisa Jadi Penyebab Penyakit Kanker, Terkuak Begini Fakta Mengejutkannya!

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:30
Tribunnews

Dikira Sehat, Minuman Ini Ternyata Bisa Jadi Penyebab Penyakit Kanker, Terkuak Begini Fakta Mengejutkannya!

WIKEN.ID -Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat.

Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat.

Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.

Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.

Baca Juga: Penyanyi Dangdut Diceraikan sang Suami Usai Divonis Kanker, Ternyata Biasa Lakukan Ini pada Masa Kelamnya Jadi Penyebab Utamanya!

Susu secara alami mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral dan lemak.

Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu.

Manfaat susu sebagai nutrisi penunjang kesehatan akhir-akhir ini mulai diragukan seiring dengan banyaknya mitos-mitos mengenai susu, salah satunya menyebabkan kanker.

Bagaimana yang benar?

Baca Juga: Jadi Anggota DPR Termuda dan Total Kekayaannya Mencapai Rp 9 Miliar, Terkuak Ini Dia Hutang yang Dimiliki!

Baca Juga: Anang Ngamuk Usai Aurel Beberkan Hubungannya Bersama Verrell, Ashanty Pertanyakan Peran Suaminya Sebagai Ayah

Dikutip dari Kompas.com, ini sebenarnya berawal dari tahun 1993 ketika FDA menyetujui departemen peternakan di Amerika untuk menggunakan hormon pertumbuhan (rBGH) pada hewan ternak.

Praktek tersebut menyebabkan produksi susu sapi meningkat pesat sehingga harga susu pun bisa ditekan.

Baca Juga :Diare Hingga Buang Air di Celana, Atlet Marathon China Tetap Dapatkan Juara 1, Ini Dia Videonya!

Namun hal itu juga menimbulkan kontroversi karena rBGH meningkatkan konsentrasi insulin-like growth factor (IGF), hormon yang terkait kanker, dalam susu meningkat.

https://www.maxpixel.net/
MaxPixel's contributors

Ilustrasi susu

Tetapi, berbeda dengan hormon steroid yang bisa dikonsumsi secara oral, rBGH dan IGF harus disuntikkan untuk mendapatkan efeknya.

Hal itu karena proses pencernaan akan menghancurkan hormon protein ini.

Karena itu minum susu yang berasal dari sapi yang diberi hormon tidak serta merta mentrasfer bahan aktif kimia ini ke dalam tubuh.

Baca Juga: Artis Tampan Ini Miliki Benjolan di Pita Suaranya, Ustadz Dhanu Ungkap Penyebabnya dari Perilaku 'Durhakanya' dengan Sang Istri!

Baca Juga: Wanita Ini Kunyah Bahan Makanannya Sebelum Dimasak daripada Memotongnya, Alasannya Bikin Geleng Kepala!

Dengan kata lain, rBGH dan IGF baru bisa menyebabkan kanker jika disuntikkan langsung ke tubuh manusia.

Meski begitu, karena persoalan etik, kini praktik pemberian hormon pada ternak sapi sudah dilarang.

Baca Juga :2 Pelajar Kepergok Berbuat Mesum di Alun-alun, Satpol PP Beri Hukuman yang Memalukan

Para peneliti dari Kanada juga menemukan bahwa sapi yang diberi hormon lebih rentan terkena infeksi mastitis.

Bagaimana dengan antibiotik pada pakan ternak?

Beberapa pendapat menyebutkan antibiotik yang ada dalam tubuh ternak sapi akan mengendap dalam susu dan dagingnya.

Baca Juga :Viral Video Polisi Tidurkan Anak saat Bertugas untuk Negara, Kisahnya Bikin Hati Bergetar!

Jika dikonsumsi dalam waktu lama hal ini akan menyebabkan orang yang mengonsumsinya menjadi resisten antibiotik.

Mengenai hal ini belum ada ilmuwan yang bisa memastikannya karena belum ada penelitian yang membuktikannya.

Bila Anda khawatir dengan isu antibiotik ini, saat ini di pasaran terdapat produk susu organik yang bebas dari hormon dan antibiotik.

Namun mungkin harganya relatif mahal.

Baca Juga :Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati, Karenina Sunny: Ya Hukum dengan yang Tepat!

Nah, rupanya, tidak hanya busa di minum, loh.

Susu juga bisa kita buat sebagai olahan camilan, yaitu susu goreng.

Hmm, kira-kira enak gak, ya?

Simak langsung yuk, video dari Sajian Sedap!(*)

Baca Juga :Viral Video Anak SMA Turunkan Foto Presiden Jokowi di Kelasnya Diiringi Lagu Indonesia Raya, Netizen: Termasuk Penghinaan!

Editor : Amel