Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan 1440 H untuk Wilayah DKI Jakarta, Ini Dia Syarat Wajib Puasa!

Sabtu, 27 April 2019 | 08:00
Tribun Wow

Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan Tahun 2019

WIKEN.ID -Sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.

Bulan ini lah yang hampir seluruh umat muslim menantikannya.

Pimpinan PusatMuhammadiyah telah merilis jadwal imsakiyah Ramadhan, meliputi waktu imsak, salat, serta buka puasa Ramadhan 2019.

Berikut adalah jadwal imsakiah, meliputi waktu imsak, salat, serta buka puasa Ramadan 1440H/2019 di Kota Jakarta.

Baca Juga : Viral Video Polisi Tidurkan Anak saat Bertugas untuk Negara, Kisahnya Bikin Hati Bergetar!

Bulan Ramadan 1440H tinggal mengitung hari lagi.

Youtube

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019 Wilayah DKI Jakarta

Berikut syarat wajib Puasa Ramadhan, seperti yang WIKEN lansir www.nu.or.id:

1. Islam

Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah.

Baca Juga : 2 Pelajar Kepergok Berbuat Mesum di Alun-alun, Satpol PP Beri Hukuman yang Memalukan

Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda:

Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Baca Juga : Steve Emmanuel Terancam Hukuman Mati, Karenina Sunny: Ya Hukum dengan yang Tepat!

Youtube

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019 Wilayah DKI Jakarta

2. Baligh

Syarat yang kedua yaitu sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid.

Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya.

Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi ciri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

Baca Juga : Terpisah dari Induknya, Bayi Koala Ini Tidur di Pelukan Golden Retriever, Pemilik Anjing Terkejut

3. Berakal sehat

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).

Youtube

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019 Wilayah DKI Jakarta

Baca Juga : Wanita Muda Melahirkan di Kereta Menuju Jakarta, Nasib Bayinya Membuat Sedih

4. Sehat, tidak dalam keadaan sakit

Syarat keempat adalah sehat dan kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal, seseorang harus mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa.

Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah.

5. Mengetahui awal bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu.

Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa.

Youtube

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2019 Wilayah DKI Jakarta

Baca Juga : Proses Evakuasi Rumah Ambruk Timpa Angkot, Korban Pingsan dan 3 Orang Meninggal

Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadhan dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan Syaban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:

Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari.

(*)

Editor : Amel

Baca Lainnya